Tenaga kerja yang diperlukan untuk panen kacang tanah cukup tinggi, sekitar 41 HOK per ha, yakni untuk kegiatan mencabut dan merontok polong dengan tangan (Antarno 1992). Jumlah tersebut mencapai 41% dari total kebutuhan tenaga kerja untuk penanganan pascapanen (107 HOK) pada tingkat hasil 0,8 t ha-1 kacang tanah biji. Tanaman kacang panjang merupakan sayuran yang berumur pendek. Kacang panjang dapat mulai dipanen pada umur 40 sampai 50 hari. Pemanenan kacang panjang juga dapat dilakukan berkali-kali, bisa sampai 10 hingga 15 kali panen, tergantung dari pemeliharaan yang dilakukan. Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Buncis agar Hasilnya Menguntungkan. Luas panen (ha) dan persentase , dari analisis usahatani kacang tanah luas panen (%) kacang tanah varietas lokal Sumba yang ditanam selama pada masing-masing kecamatan musim penghujan (3-4 bulan) dengan biaya di Sumba Timur1) produksi sebesar Rp. 3.314.300,- per hektar diketahui memiliki Return on investment berada di wilayah tengah, Kota indeks panen, dan hasil biji per tanaman. Indeks panen (HI) dihitung berdasarkan rumus: HI = Sy/(Sy + Py) (Yadav et al. 1994), dimana Sy = hasil biji kering per petak, Py = bobot brangkasan kering per petak. Peubah yang diamati dari populasi tanaman per petak meliputi umur berbunga, umur polong masak, dan hasil biji kering per petak. Produktivitas rata-rata kacang tanah nasional dari tahun 2008 hingga 2012 mengalami sedikit peningkatan. Data BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan bahwa produktivitas kacang tanah pada tahun 2008 sekitar 1.21 ton/ha, pada tahun 2012 terjadi peningkatan menjadi 1.26 ton/ha. Produktivitas kacang tanah di Indonesia Berdasarkan data BPS (2019), luas lahan kering nasional mencapai 63,4 juta hektar (33,7% luas lahan Indonesia). Lahan yang sudah digunakan untuk pertanian lahan kering 8,8 juta ha, sedangkan lahan untuk pertanian lahan kering campur semak 26,3 juta hektar dan untuk perkebunan seluas 18 juta ha. Sisanya 10,3 juta hektar belum diusahakan. VUB5p1.

hasil panen kacang tanah per hektar