SambutanTakziah Ahli Musibah. Istri yang meninggal setelah melahirkan merupakah musibah yang bisa . Toufik, hadir dan memberikan kata sambutan mewakili ahli musibah sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir. Yang kami muliakan ahli musibah keluarga . Ini ada permintaan dari subscriber aku, sebenernya aku belom pernah. ContohKata Sambutan Acara Takziah. Atas dasar itu saya membuat contoh pidato tentang musibah. Kematian akan datang begitu telah ditakdirkan. Semoga arwah di tempatkan di kalangan orang orang yang beriman. Ayah kandung pulang lekas. Semoga dapat dimanfaatkan dengan baik. Contoh Pidato atau Sambutan Oleh Keluarga Yang Kena Musibah. Artinya "Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian (mu), jika kamu memang benar (94). Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Antaraucapan takziah yang boleh di ucap atau di lafazkan secara bertulis adalah seperti di bawah ini : Ucapan #1 Assalamualaikum, takziah di atas pemergian ibu / bapa/ anak/ mertua/ saudara tercinta. Semoga roh nya dicucuri rahmat. Ucapan #2 katakata nasehat takziah tentang kematian. By abishawqy on November 5 2014. Selanjutnya acara ketiga sambutan dari kepala upt perpustakaan stain salatiga bapak sudiyanto sh. Yang kami muliakan ahli musibah keluarga di rumah ini. KataKata Mutiara Tentang Musibah. 1. "Ingatlah bahwa sebuah musibah yang membawamu makin dekat kepada Allah itu lebih baik dari pada nikmat yang membuatmu makin menjauh dari Allah." - Dr. Bilal Philips. 2. "Ujian atau cobaan akan membawamu semakin dekat kepada Allah atau justru menjauhkan kamu dari Allah. zsFrdb7. Ilustrasi Dalil Takziah. Foto dan Dalil Takziah dalam Al-QuranIlustrasi Dalil Takziah. Foto seorang Mukmin yang turut berbelasungkawa atas musibah saudaranya kecuali Allah swt. memakaikan padanya perhiasan kemuliaan di hari kiamat.”“Barangsiapa menghibur orang yang kesusahan, ia mendapatkan imbalan pahalanya.” HR. Tirmidzi“yaitu Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali” Qs Al-Baqarah [2] 156 Takziah membawa maksud memberikan ketenangan kepada keluarga si mati dan menggalakkan mereka untuk bersabar dengan jaminan pahala terhadap perbuatan itu serta mendoakan jenazah si mati yang beragama Islam dan juga doa kepada mereka yang ditimpa musibah. Seseorang boleh memberi ucapan takziah secara lisan di hadapan mereka yang ditimpa musibah ataupun melalui penulisan seperti di Facebook, Instagram, WhatsApp, Telegram, SMS dan seumpamanya. Secara umumnya, hukum takziah di dalam Islam adalah sunat yang dituntut. Ini berdasarkan satu hadis diriwayatkan oleh Abu Umarah RA, bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud “Tidak ada seorang mukmin yang mengucapkan takziah kepada saudaranya disebabkan suatu musibah melainkan Allah SWT akan memakaikannya dengan pakaian kemuliaan pada hari kiamat kelak.” Riwayat Ibn Majah – 1601 Imam Al-Sindi dalam syarahannya ke atas hadis itu berkata “Takziah kepada saudaranya adalah dengan cara menyuruhnya supaya bersabar. Seperti ucapan semoga Allah memberikan ganjaran yang besar kepada kamu’ dan seumpamanya.” Rujuk Hasyiyah Al-Sindi ala Ibn Majah – 1/486 Ucapan takziah untuk orang ditimpa musibah juga boleh dibuat dengan mewakilkan orang lain untuk menyampaikan ucapan takziah itu. Hal ini seperti yang berlaku dalam hadis Usamah itu apabila Rasulullah SAW menghantar wakil untuk mengucapkan takziah atas musibah yang menimpa. Contoh Ucapan Takziah Untuk Orang Meninggal Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. Ya Allah Ya Tuhanku ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburnya, jadikanlah syurga sebagai ganti tempat tinggalnya dan berilah kesabaran kepada ahli keluarganya, semoga arwah di tempatkan di kalangan orang-orang yang beriman. Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. Semoga rohnya ditempatkan bersama roh orang-orang yang beriman. Salam takziah. Harap bersabar dan tabah dalam menghadapi dugaan ini. Salam takziah dari kami sekeluarga. Semoga arwah di tempatkan di kalangan orang-orang yang beriman. Dan semoga seluruh ahli keluarga tabah menghadapi dugaan Allah. Darinya kita hidup. Dan kepadanya kita kembali. Al-Fatihah. Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa’fu’anhu. Takziah buat keluarga [si mati] di atas pemergian ke rahmatullah. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan. Al-fatihah. Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. Salam takziah buat seluruh ahli keluarga. Semoga tabah dan sabar dalam menghadapi ujian. Al-Fatihah dan salam takziah kepada seluruh keluarga allahyarham. Semoga rohnya dicucuri rahmat dan ditempatkan di kalangan orang-orang yang beriman dan beramal soleh. Al-Fatihah. Takziah buat [nama]. Semoga roh arwah dicucuri rahmat dan ditempatkan di kalangan orang-orang beriman. Aamiin. Al Fatihah. Allahumma firlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu untuk jenazah lelaki. Ya Allah, ampunilah dosanya, berilah rahmat-Mu ke atasnya, sejahtera dan maafkanlah dia. Salam takziah. Untuk lelaki Allahummagfirlahu warhamhu wa afihi wa’fu Anhu Untuk perempuan Allahummagfirlaha warhamha wa afiha wa’fu Anha Untuk dua orang Allahummagfirlahuma warhamhuma wa afihima wa’fu Anhuma Untuk lelaki lebih dari dua Allahummagfirlahum warhamhum wa afihim wa’fu Anhum Untuk perempuan lebih dari dua Allahummagfirlahunna warhamhunna wa afihinna wa’fu Anhunna – Dalam hidup, setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya musibah. Baik itu musibah besar maupun musibah kecil. Hal ini yang biasanya membuat manusia sadar akan kekuasaan Allah swt, dan mengakui bahwa manusia tak lain hanyalah makhluk lemah dan segala takdirnya pun telah digariskan oleh Allah SWT. Rasulullah pun sudah mengajarkan tata cara dan adab takziah dan sudah diterapkan dari generasi ke hidup, saat manusia tertimpa musibah, sering sekali kita mendengar istilah kata takziah. Sebenarnya seperti apa si pengertian takziah yang paling tepat ? simak pembahasannya Apa Itu Takziah ?Takziah adalah salah satu kewajiban seorang muslim terhadap orang yang meninggal. Bahkan, Rasulullah saw menyebutnya sebagai salah satu hak bagi orang yang meninggal dunia. Artinya, ketika ada seseorang yang meninggal dunia, jenazah tersebut masih memiliki hak untuk mendapat penghormatan dari orang yang masih bahasa takziah artinya menguatkan. Sedangkan secara istilah adalah menganjurkan seseorang untuk bersabar atas beban musibah yang menimpanya, mengingatkan dosanya meratap, mendoakan ampunan bagi mayit dan dari orang yang tertimpa musibah dari pedihnya al Khirasyi mengistilahkan Takziah dengan “Menghibur orang yang tertimpa musibah dengan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah, sekaligus mendoakan mereka dan mayatnya”.Takziah ialah salah satu akhlak muslim terhadap orang yang sedang mendapatkan musibah. Pelaksanaan takziah sebaiknya dilakukan sebelum jenazah dimakamkan. Dengan maksud untuk membantu mengurus atau paling tidak mensholatkan dan mengantar jenazah ke pengertian diatas dapat diperkuat dari hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq Alaih. Sebagaimana nabi bersabda “Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw telah bersabda, Siapa yang menghadiri jenazah hingga melayatkan jenazah itu, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang menghadiri jenazah hingga sampai dikubur, maka baginya pahala dua qirath’. Ditanyakan, Apakah dua qirath itu?’ Nabi menjawab yaitu seperti dua buah gunung besar”.Oleh karenanya sungguh betapa besar pahala orang yang bertaziyah dan hal ini sangat dianjurkan dalam agama islam. Jikasalah seorang diantara kita mendengar kematian sesama muslim maka hendaklah kita segera melakukan takziah, ikut melayatkan dan mengantarkan sampai di Melaksanakan TakziahTidak ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama bahwasanya hukum bertakziah kepada orang yang tertimpa musibah adalah sunah dan merupakan hak muslim yang satu terhadap muslim yang lain. Takziah bertujuan untuk menghibur keluarga yang di tinggalkan agar tabah dan bersabar atas cobaan. Di samping itu juga memberikan bantuan moril dan material kepada keluarga yang terkena musibah. Hal ini sesuai dengan hadis Rasul Allah. Artinya“Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam Jika engkau menjumpainya maka berilah salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka datangilah, jika ia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, jika dia bersin dan memuji Allah maka doakanlah dia, jika dia sakit maka jenguklah, dia jika dia meninggal maka iringkan–lah.” – Adab BertakziahSaat Anda berniat untuk melaksanakan takziah, perlu diketahui bahwa agama islam sejatinya telah mengatur dengan baik seperti apa atau bagaimana cara kita memperlakukan orang yang akan kita takziahkan. Berikut ini adab takziah, diantaranya Adab takziah yang pertama dilakukan dengan ikhlas untuk mengharapkan ridha Allah sopan dan menutup auratBertingkah laku dan berperilaku sopanMemberi bantuan kepada keluarga jenazah, baik bantuan moril maupun materialMemberikan nasihat kepada keluarga jenazah agar tabah, sabar dan meningkatkan iman kepada Allah swtMengikuti salat jenazah dan mendoakannya agar mendapatkan ampunan dari allah dari segala dosanyaIkut mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman untuk menyaksikan penguburannyaUcapan Saat merangkum, takziah boleh diucapkan dengan kata-kata manapun yang dapat meringankan musibah dan menghibur serta menyabarkan hati. Akan tetapi jika seseorang menggunakan kata-kata yang biasa dipakai oleh Nabi saw. tentu itu akan jauh lebih baik dan dari Bukhari dari Usamah bin Zaid radhiyallahu anhu katanya “Saya kirim putri Nabi shalalahu alaihi wassalam. untuk menemuinya dan menyampaikan bahwa putra saya telah meninggal dunia serta mengharapnya agar datang. Maka Nabi pun mengirim orang buat menyampaikan salam serta mengucapkanأَنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَمُرْهَا فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْAnna lillaahi maa akhadza, wa lahuu maa a’thaa, wa kullu syai’in indahuu biajalin musammaa faltashbirMilik Allah apa yang diambil-Nya dan milik-Nya pula apa yang diberikan-Nya, dan segala sesuatu pada-Nya mempunyai jangka waktu tertentu. Dari itu hendaklah engkau bersabar dan menabahkan hati!’.Berkata beberapa orang ulama“Jika seorang Muslim bertakziah kepada Muslim lainnya, hendaklah ia mengucapkanَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاكَ وَرَحِمَ مَيِّتَكَAdzamallahu ajraka wa ahsana azaaka wa rahima mayyatakaSemoga Allah memberimu pahala yang besar dan menghibur hatimu sebaik-baiknya, serta memberi rahmat bagi keluargamu yang meninggal.” Adapun jawaban taziyah itu ialah mengucapkan “aamiin” dari pihak yang dikunjunginya serta mengiringinya dengan “Semoga Allah memberimu pahala” oleh Widi Kusnadi, Dai Ponpes Al-Fatah, BogorDalam kehidupan ini, setiap manusia pasti akan mengalami kesusahan, kesulitan, dan bencana. Tidak ada perjalanan hidup manusia di dunia ini yang mulus tanpa rintangan dan kesulitan. Kesulitan, kekusahan dan bencana itulah yang dinamakan Subhanahu wa Ta’ala menurunkan musibah kepada manusia dalam kehidupannya di dunia adalah sebagai ujian, untuk menguji keimanan mereka kapada Allah. Dalam Al-Quran, setidaknya ada 77 kali penggunaan kata musibah, yang tersebar pada 56 ayat di dalam 27 Kamus Besar Bahasa Indonesia, musibah diartikan dengan kejadian menyedihkan yang menimpa, atau malapetaka, atau bencana. Sedangkan dalam kamus bahasa Arab al-Munawwir, musibah berasal dari kata ashaba yang diartikan sebagai bencana atau kitab Jami’ Sahih al-Bukhori dikatakan; “Barang siapa yang dikehendaki Allah SWT untuk mendapat kebaikan, maka dia akan ditimpa musibah. Yakni diuji dengan berbagai bencana, supaya Allah SWT memberikan pahala kepadanya. Musibah adalah perihal yang turunnya atau kehadirannya pada manusia tidak disukai”.Al-Qurtubi dalam tafsir Jami’ li Ahkam Al-Qur’an mengatakan bahwa musibah adalah segala sesuatu yang mengganggu orang mukmin dan menjadi bencana baginya. Musibah biasanya diucapkan oleh seseorang ketika mengalami malapetaka, walaupun malapetaka tersebut bersifat ringan maupun berat. Serta sering digunakan untuk kejadian-kejadian buruk yang tidak itu, menurut M Quraish Shihab, musibah tidak selalu terikat dengan bencana, tetapi mencakup segala sesuatu yang terjadi, baik itu bersifat positif maupun negatif, baik anugerah berupa sesuatu yang menyenangkan maupun bencana menyusahkan.Empat Sifat MusibahMusibah yang dialami manusia setidaknya memiliki empat sifat. Hal ini hendaknya diketahui oleh setiap manusia, khususnya ummat Islam agar dalam menghadapinya dapat mengambil sikap yang tepat sesuai tuntunan Allah dan rasulNya sehingga Allah memberikan pahala dan anugerah yang besar kepada yang tertimpa musibah adalah sebuah kepastian dan dialami semua manusia yang hidup di dunia. Semua sudah tercatat di langit pada catatan Allah, lauhul mahfudz’. Karena sifatnya yang pasti, maka kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, membekali diri dengan ilmu sehingga bisa menyikapinya secara tepat. Allah berfirmanمَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِى ڪِتَـٰبٍ۬ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَآ‌ۚ إِنَّ ذَٲلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ۬“Tiada suatu musibahun yang menimpa di bumi dan [tidak pula] pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab [Lauh Mahfuzh] sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. QS Al-Hadid [57] 22.Kedua, musibah itu adalah sesuatu yang serba sulit, maka jika manusia tidak memiliki ilmu yang cukup, sudah tentu ia tidak akan lulus menjalaninya. Tanpa ilmu yang memadai, tentu manusia akan menderita kerugian yang besar, bahkan kecelakaan dan kesengsaraan dunia akhirat. Maka, membekali diri dengan ilmu yang cukup adalah sebuah keharusan bagi manusia dalam kehidupan ini. Allah berfirmanوَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ﴿البقرة ۱۵۵﴾“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”. QS. Al-Baqarah[2] 155Ketiga, semakin sulit dan susah musibah yang dirasakan manusia, maka semakin tinggi pahala yang akan ia dapat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, semakin ringan musibah yang dirasakan, maka sedikit dan rendah pula pahala yang ia akan dapat. Sebagaimana para Nabi dan Rasul, mereka menerima musibah yang sulit. Tidak semua manusia sanggup memikulnya. Akan tetapi, balasan dan pahala mereka di sisi Allah juga sangat sahabat bertanya kepada Rasulullahيَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Lalu, Beliau Shallallahu alaihi wa Sallam menjawab, الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat kokoh, maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”Keempat, sesulit apapun musibah, pasti manusia bisa menanggungnya. Tidak mungkin Allah memberi masibah kepada manusia jika ia tidak kuat menanggungnya. Maka kadar dan takaran musibah yang dialami manusia berbeda-beda karena memang kemampuannya juga berbeda. Maka jika kita sudah tahu bahwa musibah yang kita alami itu sudah diukur takarannya secara cermat dan tepat, maka kita optimis pasti akan bisa memaluinya dengan baik. Allah berfirmanلَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya”. QS. Al-Baqarah[2] 286.TakziahSalah satu sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam ketika ada saudara, kerabat, tetangga atau ikhwan kita yang tertimpa musibah, terutama kematian adalah dengan kita bertakziah kepada keluarganya. Takziah ialah salah satu akhlak muslim terhadap orang yang sedang mendapatkan “takziyah”, secara etimologis merupakan bentuk mashdar kata benda turunan dari kata kerja aza. Maknanya sama dengan al-aza’u, yaitu sabar menghadapi musibah kehilangan. Dalam Kamus Al-Munawir, takziah berarti menghibur, menyatakan bela sungkawa, menyampaikan duka cita, dan menyabarkan keluarga orang yang juga berarti menguatkan. Sedangkan secara istilah, takziah adalah menganjurkan seseorang untuk bersabar atas beban musibah yang tengah menimpanya, mengingatkan kepada keluarganya atas keutamaan bersabar atas musibah dan mendoakan ampunan bagi mayit dan kesabaran bagi keluarga yang salaf, Imam Al-Khirasyi memberikan definisi takziah dengan “Menghibur orang yang tertimpa musibah dengan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah, sekaligus mendoakan mereka dan mayatnya”.Sedangkan Imam Nawawi berkata, “Takziyah adalah memotivasi orang yang tertimpa musibah agar bisa lebih bersabar, dan menghiburnya supaya bisa melupakannya, meringankan tekanan kesedihan dan himpitan musibah yang menimpanya.”Doa bertakziahAdapun doa ketika seseorang bertakziah sebagaimana dijelaskan oleh beberapa ulama adalah sebagai berikutIbnu Qudamah berkata, “ Nabi SAW pernah melayat seseorang dan mengucapkan رَحِمَكَ اللهُ وَاٰجَرَكَ “Semoga Allah merahmatimu, dan memberimu pahala”.” Tirmidzi.Dalam keterangan lainnya, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam juga mencontohkan doa sebagai berikutأَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَ أَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَ غَفَرَ لِمَيِّتِكَArtinya “Mudah-mudahan Allah membesarkan pahalamu, menghibur hatimu sebagus-bagusnya, dan memberi ampunan kepada keluargamu yang meninggal.”Adapun doa yang lebih lengkap adalahBacaan Doa di Sisi Jenazah Arabاَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ“Ya Allah, ampunilah ia, kasihanilah ia, berilah ia kekuatan, maafkanlah ia, dan tempatkan di tempat yang mulia surga, luaskan kuburannya, mandikan ia dengan air salju dan air es.”“Bersihkan ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia.”“Berilah ganti keluarga atau istri di surga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, istri atau suami yang lebih baik daripada istrinya atau suaminya, dan masukkan ia ke surga, jagalah ia dari siksa kubur dan neraka.” HR. Muslim.“Ya Allah, ampunilah ia, kasihanilah ia, berilah ia kekuatan, maafkanlah ia, dan tempatkan di tempat yang mulia surga, luaskan kuburannya, mandikan ia dengan air salju dan air es.”“Bersihkan ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia.”“Berilah ganti keluarga atau istri di surga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, istri atau suami yang lebih baik daripada istrinya atau suaminya, dan masukkan ia ke surga, jagalah ia dari siksa kubur dan neraka.” HR. Muslim.Hikmah TakziyahDi samping pahala, juga terdapat kemaslahatan bagi kedua belah pihak. Antara lain meringankan beban musibah yang diderita oleh orang yang dilayat, memotivasinya untuk terus bersabar menghadapi musibah dan berharap pahala dari Allah SWT, memotivasinya untuk ridha dengan ketentuan atau qadar Allah dan menyerahkannya kepada itu, hikmah takziyah juga untuk mendoakan keluarganya agar musibah tersebut diganti oleh Allah dengan sesuatu yang lebih baik serta melarangnya berbuat niyahah meratap, memukul, atau merobek pakaian, dan lain sebagainya akibat musibah yang waktu takziyah, menurut jumhur ulama, diperbolehkan sebelum dan sesudah mayit kematianJika kita mendengar ada seseorang yang tertimpa musibah, terutama kematian, maka Allah memerintahkan kita untuk mengucap اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesunguhnya kepadaNya kita semua akan kembali.Bagi orang beriman, kematian sesungguhnya adalah pintu gerbang menuju kehidupan abadi yang penuh dengan kenikmatan yang hakiki. Kematian adalah pintu masuk menuju surga yang kekal dan abadi. Maka bagi mereka, kematian bukan bencana, tetapi merupakan anugerah dan rahmat dari Allah Yang Maha juga bisa menjadi sarana bagi mereka untuk lepas dari segala rasa sakit. Jika dalam hidupnya, seseorang diuji dengan musibah sakit, mungkin sudah bertahun-tahun lamanya ia derita, sudah sekian lama dan ke mana-mana ia berobat, namun belum kunjung mendapat kesembuhan, maka yang dapat memutus rasa sakit itu adalah kematian. Bagi orang-orang yang bersabar dan ridha dengan ujian sakit itu, kematian adalah hadiah terbaik dari Allah supaya ia dapat lepas dari rasa sakit yang ia itu, bagi mereka para pejuang, aktifis, relawan kemanusiaan, atau mereka yang bekerja giat, ulet dan tekun selama hidupnya, maka kematian adalah sarana bagi mereka untuk beristirahat dari segala aktifitas mereka. Allah mencukupkan usaha yang ia lakukan dan saatnya bagi mereka menikmati buah dari hasil perjuangannya yang ia persembahkan ikhlas untuk Allah juga bagi mereka para istri yang mendukung perjuangan suaminya, anak-anak yang konsisten membantu perjuangan Sang Ayah, Bapak dan atau Ibu yang mendukung perjuangan anak-anaknya, maka jika menemui ajalnya, maka Allah mencukupkan dukungannya itu dan Allah pasti akan balas dukungan itu dengan pahala terbaik di bagi mereka orang-orang kafir dan munafik, maka bagi mereka siksa sebagai akibat dari perilaku buruknya di kehidupan dunia. Bagi mereka, kematian adalah awal dari kesengsaraan yang tiada bertepi dan kecelakaan yang tidak dapat mereka lari juga sebenarnya merupakan sarana terjadinya keseimbangan alam ini. Bayangkan jika tidak ada orang yang mati, sudah pasti dunia ini akan penuh sesak dengan manusia. Jika tidak ada kematian, niscaya manusia akan kekurangan makanan, kekurangan tempat tinggal, pakaian, dan kebutuhan-kebutuhan Malthus 1998 yang menyatakan bahwa produksi pangan itu seperti deret hitung berdasar penjumlahan, sementara pertumbuhan penduduk seperti deret ukur berdasarkan perkalian. Maka jika jumlah penduduk terus meningkat, tanpa adanya kematian, sudah pasti, produksi pangan tidak akan dapat mencukupi kebutuhan pangan dengan adanya kematian, maka ketersediaan pangan bagi manusia akan dapat tercukupi sehingga kehidupan bisa berjalan normal dan keseimbangan alam akan terwujud. A/P2/P1Mi’raj News Agency MINA Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Ketika tetangga kita atau teman kita tertimpa musibah, ditinggal mati oleh kerabatnya, sudah sepantasnya kita untuk bertakziah. Menghibur dan meringankan bebannya. Mudah-mudahan dengan itu ia bisa tabah dan tegar menghadapi bencana yang ia hadapi. Namun, yang jadi pertanyaan adalah, adakah perkataan tertentu yang harus diungkapkan ketika itu?السؤال هل للتعزية صيغة محدودة تقال عند التعزية ؟ Pertanyaan Apakah ketika bertakziah menghibur orang yang tertimpa musibah ada ucapan tertentu yang disampaikan?الجواب الحمد لله Jawaban Segala puji bagi Allahالتعزية هي حمل المصاب على الصبر ، وليس لها ألفاظ مخصوصة ، والأفضل أن يعزي بالألفاظ التي عزى بها النبي صلى الله عليه وسلم .Takziah adalah mengarahkan orang yang mendapat musibah agar bisa sabar. Namun, tidak ada kata-kata khusus dalam takziah. Yang terbaik adalah mengucapkan lafaz yang diucapkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم saat الإمام الشافعي رحمه الله " ليس في التعزية شيء مؤقت [يعني محدد]" انتهى من " الأم " 1/317 .Imam Syafi’i رحمه الله berkata, “Tidak ada ucapan tertentu dalam takziah.” Al-Umm 1/317وقال ابن قدامة رحمه الله " لا نعلم في التعزية شيئاً محدوداً..." انتهى من " المغني " 2/212 .Ibnu Qudamah رحمه الله berkata, “Kami tidak mengetahui adanya ucapan tertentu dalam takziah.” Al-Mughni 2/212وقال الشيخ ابن باز رحمه الله " وليس فيها لفظ مخصوص، بل يعزي المسلم أخاه بما تيسر من الألفاظ المناسبة مثل أن يقول أحسن الله عزاءك وجبر مصيبتك وغفر لميتك إذا كان الميت مسلماً.." انتهى من "مجموع الفتاوى " 13/380 .Syekh Ibnu Baz رحمه الله berkata, “Tidak ada dalam takziyah perkataan tertentu. Bahkan seorang muslim dibolehkan mengucapkan takziah kepada saudaranya dengan kata-kata yang pantas dan mudah baginya seperti mengucapkan 'Semoga Allah membaguskan kesabaranmu, menghapus musibahmu, dan mengampuni orang yang meninggalkanmu mayit.' Jika mayitnya adalah muslim.” Majmu’ Fatawa 13/380وقال الشيخ الألباني رحمه الله " ويعزيهم بما يظن أنه يسليهم، ويكف من حزنهم، ويحملهم على الرضا والصبر، مما يثبت عنه صلى الله عليه وسلم، إن كان يعلمه ويستحضره، وإلا فبما تيسر له من الكلام الحسن الذي يحقق الغرض ولا يخالف الشرع..." انتهى من " أحكام الجنائز " 1/163 .Syekh Al-Albany رحمه الله berkata, “Hendaknya seseorang memberikan ungkapan takziah kepada orang lain dengan perkiraan bahwa itu bisa menghibur mereka, menghentikan kesedihan mereka dan mengarahkan mereka untuk rida dan sabar, berdasarkan riwayat dari Nabi صلى الله عليه وسلم jika memang ia mengetahuinya dan bisa mengingatnya. Kalau tidak, maka cukup dengan perkataan baik yang mudah baginya dan bisa mencapai tujuan tanpa bertentangan dengan syariat.” Ahkamul Janaiz 1/163والأفضل أن يُعزى المصاب بما عَزَّى به النبي صلى الله عليه وسلم ابنته بقوله إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ ، وَلَهُ مَا أَعْطَى ، وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى ، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ رواه البخاري 1284 ، ومسلم 923 .Yang terbaik adalah menghibur orang yang ditimpa musibah dengan mengucapkan takziyah yang diucapkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم kepada putrinya, yaituإِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ ، وَلَهُ مَا أَعْطَى ، وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى ، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ رواه البخاري، رقم 1284، ومسلم، رقم 923"Sesungguhnya milik Allah lah apa yang Dia ambil dan milik-Nya pula apa yang Dia beri. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya telah ditentukan ajalnya. Maka bersabarlah dan berharaplah pahala dari-Nya.” HR. Bukhari no. 1284 dan Muslim no. 923جاء في " الجوهرة النيرة " 1/110 " لفظ التعزية عَظَّم الله أجرك ، وأحسن عزاءك ، وغفر لميتك ، وألهمك صبراً ، وأجزل لنا ولك بالصبر أجرا ، وأحسن من ذلك تعزية رسول الله صلى الله عليه وسلم لإحدى بناته كان قد مات لها ولد فقال إن لله ما أخذ ، وله ما أعطى ، وكل شيء عنده بأجل مسمى" dalam kitab Al-Jauharah Al-Munirah 1/110 "Lafazh takziyah yaituعَظَّم الله أجرك ، وأحسن عزاءك ، وغفر لميتك ، وألهمك صبراً ، وأجزل لنا ولك بالصبر أجرا"Semoga Allah memberikan pahala besar untukmu, menguatkan ketabahanmu, mengampuni orang yang meninggalkanmu, mengilhamkan kepadamu kesabaran dan mencurahkan pahala kepada kami dan engkau dengan sebab lebih bagus dari itu adalah takziah Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada salah satu putrinya tatkala putranya meninggal dunia "Sesungguhnya milik Allah lah apa yang Dia ambil dan milik-Nya pula apa yang Dia beri. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya telah ditentukan ajalnya. "وقال الشيخ الألباني رحمه الله " وهذه الصيغة من التعزية وإن وردت فيمن شارف الموت فالتعزية بها فيمن قد مات أولى بدلالة النص، ولهذا قال النووي في " الأذكار " وغيره " وهذا الحديث أحسن ما يعزي به " انتهى من "أحكام الجنائز" 1/164 .Syekh Al-Albany رحمه الله berkata, “Ungkapan takziah dalam hadits ini walaupun terkait orang yang mendekati kematian, namun mengucapkan takziah dengannya untuk orang yang sudah meninggal dunia itu lebih utama dengan dalil nash. Oleh karena itu Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Azkar’ dan lainnya berkata, 'Hadits ini adalah ungkapan takziah yang paling baik.” Ahkamul Janaiz 1/164وقال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله " أحسن ما يعزى به من الصيغ ما عزى به النبي صلى الله عليه وسلم إحدى بناته .... ثم ذكر الحديث السابق .ثم قال وأما ما اشتهر عند الناس من قولهم "عظَّم الله أجرك، وأحسن الله عزاءك، وغفر الله لميتك"، فهي كلمة اختارها بعض العلماء، لكن ما جاءت به السنة أولى وأحسن " انتهى من " مجموع الفتاوى " 17/339 .والله أعلمSyekh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata, “Ungkapan takziah yang terbaik adalah takziah yang diucapkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم kepada salah satu putrinya…. kemudian beliau menyebutkan hadits beliau melanjutkan, “Adapun perkataan yang populer ditengah-tengah masyarakat yaituعَظَّم الله أجرك ، وأحسن عزاءك ، وغفر لميتك"Semoga Allah memberikan pahala yang besar untukmu, menguatkan ketabahanmu dan mengampuni orang yang meninggalkanmu.”Ini merupakan ungkapan yang dipilih oleh sebagian ulama. Namun, apa yang ada dalam sunnah itu lebih utama dan lebih baik.” Majmu’ Fatawa 17/339Wallahu a'lam .Sumber Lihat Pendidikan Selengkapnya

kata kata takziah untuk ahli musibah